Ketika 'Manusia Jembatan' Jadi Inspirasi Protes Terhadap Presiden China di Seluruh Dunia

Susi Susanti, Jurnalis
Rabu 19 Oktober 2022 08:23 WIB
Protes terhadap Presiden China Xi Jinping terus terdengar di seluruh dunia (Foto: Instagram/CITIZENSDAILYCN)
Share :

CHINA - Protes satu orang yang jarang terjadi terhadap Presiden China Xi Jinping di Beijing telah mengilhami protes solidaritas di seluruh dunia saat kongres partai China berlangsung minggu ini.

Seperti diketahui, protes itu terjadi pada malam kongres Partai Komunis ke-20, yang akan berlangsung hingga akhir pekan ini. Xi diperkirakan akan terpilih sebagai pemimpin partai untuk masa jabatan ketiga, memperkuat cengkeramannya pada kekuasaan.

Pada Kamis (13/10/2022) lalu, seorang pria memasang spanduk di sebuah jembatan di ibukota China yang menuduh Xi sebagai seorang diktator.

Dia langsung ditahan tetapi foto-foto aksinya sudah menyebar ke seluruh dunia.

 Baca juga: 5 Kutipan 'Berapi-api' Presiden Xi Jinping di Kongres Partai Komunis China ke-20

Sejak itu, tanda dan pesan serupa telah muncul di beberapa kampus universitas di Amerika Serikat (AS), Inggris, Eropa, Australia, dan di tempat lain.

Baca juga:  Xi Jinping: China Tak Akan Hilangkan Opsi Pengunaan Kekuatan untuk Selesaikan Masalah Taiwan

Satu tanda tulisan tangan di Colby College di negara bagian Maine AS memuji tindakan pria Beijing itu.

"Kami, orang-orang China, ingin menyebarkan pesan ini yang mengungkapkan pikiran kami di tempat-tempat tanpa sensor,” tulisnya, dikutip BBC.

Banyak yang meniru pesan yang ditampilkan minggu lalu di jembatan Sitong di distrik Haidian Beijing.

Beberapa poster juga menampilkan pesan anti-Xi seperti "Not My President" dan "Goodbye JinPing".

Di Instagram dan Twitter, beberapa akun aktivis China telah mendesak pengikutnya untuk mengindahkan seruan pengunjuk rasa Beijing "untuk menyerang" dan mengambil tindakan selama minggu kongres Partai Komunis.

Menurut akun media sosial, tanda protes telah terlihat di Stanford, Emory, dan Parsons School of Design di AS; Goldsmiths and Kings College di London; serta universitas di Hong Kong.

Di beberapa tempat, tanda protes ini tampaknya telah dihapus tak lama setelah dipasang. Satu tanda, yang dipasang di Universitas Toronto, menarik bantahan dalam bentuk surat pembelaan Xi yang dipasang di sebelahnya di papan pengumuman.

Tanda-tanda serupa juga konon muncul di China menurut gambar yang dibagikan oleh kelompok-kelompok aktivis, dengan beberapa merujuk pada protes pro-demokrasi Tiananmen 1989 - topik tabu di China.

"Semangat 8964 tidak akan pernah padam," kata salah satu coretan yang tampaknya tertulis di kamar mandi umum di Sichuan, mengacu pada tanggal penumpasan protes itu.

Protes minggu lalu telah memicu tindakan keras online, dengan semua rekaman, gambar dan kata-kata kunci seperti "Haidian", "pemrotes Beijing" dan "jembatan Sitong" dihapus dari platform media sosial China. Bahkan kata-kata yang lebih samar-samar terkait seperti "pahlawan" dan "jembatan" hanya tampil secara terbatas.

Ada peningkatan keamanan di Beijing pada hari-hari setelah protes, dengan polisi dan personel tambahan ditempatkan di jembatan di kota.

Menurut laporan, beberapa pengguna WeChat yang membagikan gambar protes secara online telah ditangguhkan akunnya. Seorang pria dilaporkan ditangkap setelah dia berbagi foto di Twitter, yang dapat diakses di China melalui jaringan pribadi virtual.

Pemrotes misterius, dijuluki "Manusia Jembatan", telah dibandingkan dengan "Manusia Tank", pria China tak dikenal yang berdiri di depan barisan tank selama protes Tiananmen.

"Bridge Man" telah menjadi subjek penyelidikan online yang ekstensif terhadap identitasnya. Detektif internet telah mengidentifikasi dia sebagai seorang akademisi dan melacak profil media sosialnya yang disebut-sebut memiliki dua akun Twitter.

Salah satunya dihapus pada akhir pekan, dan tweet baru telah diposting – sebuah kalimat dari revolusioner China Sun Yat-sen - yang berbunyi bahwa negarawan telah mendedikasikan hidupnya untuk mencari kebebasan dan kesetaraan di China.

Aktivis memuji dia atas protes di mana dia menyamar sebagai pekerja pinggir jalan, meneriakkan slogan-slogan ke pengeras suara dan membakar ban. Namun aktivis juga menyatakan kekhawatiran akan keselamatan "Pria Jembatan".

Video dari tempat kejadian menunjukkan pria itu ditangkap oleh petugas polisi dan dimasukkan ke dalam mobil. Polisi China telah menolak untuk menanggapi pertanyaan BBC tentang insiden tersebut.

"Dengan kehilangan segalanya, Anda menunggu dengan sabar sampai mereka datang, dan mengikuti mereka ke mobil mereka. Anda masuk ke dalam mesin," tulis seseorang yang memberikan tribute di akun aktivis tersebut.

"Tindakan Anda masih bergema di seluruh dunia,” lanjutnya.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya