Di mana perempuan lebih mungkin menjadi korban?
Laporan WHO menunjukkan, perempuan yang tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah, antara lain negara di Kepulauan Oceania seperti Fiji, kawasan Asia selatan dan sub-Sahara Afrika lebih berisiko mengalami kekerasan fisik dan seksual oleh pasangan mereka.
Hampir satu dari empat perempuan (37%) yang tinggal di negara-negara ini menjadi korban kekerasan. Angka kasusnya turun menjadi sekitar satu dari lima perempuan jika dibandingkan dengan mereka yang tinggal di Eropa (16-23%) dan Asia Tengah (18%).
"Kekerasan terhadap perempuan mewabah di setiap negara dan budaya, menyebabkan kerugian bagi jutaan perempuan dan keluarga mereka, dan ini diperburuk oleh pandemi Covid-19," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.
"Tapi tidak seperti Covid-19, kekerasan terhadap perempuan tidak bisa dihentikan dengan vaksin," ucapnya.