Terlepas dari kelemahan tersebut, desain mesin Newcomen tidak tertandingi selama sekitar 50 tahun ke depan. Selain untuk memompa keluar tambang, mesin ini digunakan untuk mengalirkan lahan basah, memasok air ke kota-kota dan bahkan pembangkit listrik.
Pada 1764, setelah mesin Newcomen banyak digunakan di pertambangan, James Watt seorang pekerja bengkel di Skotlandia mulai mengulik secara dalam mesin uap tersebut. Watt menemukan sebuah kelemahan besar dari mesin uap Newcomen, yaitu terlalu banyak pemborosan energi pada cara kerjanya
Hal ini membuat Watt mengembangkan kondensor terpisah, yang memungkinkan silinder uap dipertahankan pada suhu konstan dan secara dramatis meningkatkan fungsionalitas mesin Newcomen.
Watt tidak dapat dengan cepat memproduksi mesin atmosfernya karena alasan keuangan. Namun pada tahun 1776, ia menjalin kerjasama dengan Matthew Boulton, seorang pabrikan dan insinyur Inggris yang memutuskan menggunakan mesin uap untuk lebih dari sekadar memompa air dari tambang.
Mesin Boulton-Watt juga merupakan mesin pertama yang memungkinkan operator mesin mengontrol kecepatan dengan alat yang disebut pengatur sentrifugal. Mesin ini ditingkatkan menggunakan sistem roda gigi baru untuk mengubah gerakan bolak-balik (linier) menjadi gerakan berputar.
Meskipun James Watt bukan menjadi penemu utama, tetapi kinerjanya berpengaruh terhadap perkembangan mesin uap. Dengan penemuan besar ini, ia juga merubah peradaban secara besar-besaran sekaligus tercetusnya revolusi industri.
(Rahman Asmardika)