JERMAN - Siapa yang menduga jika ternyata sisa-sisa kehancuran pandemi wabah 'Black Death' meninggalkan tanda genetik yang luar biasa pada umat manusia yang masih mempengaruhi kesehatan kita hampir 700 tahun kemudian.
Seperti diketahui 'Black Death' atau 'Wabah Hitam', adalah suatu pandemi hebat yang pertama kali melanda Eropa pada pertengahan hingga akhir abad ke-14 atau skeitar pertengahan 1.300-an. Wabah ini membunuh sepertiga hingga dua pertiga populasi Eropa.
Sebuah studi perintis yang menganalisis DNA kerangka berusia berabad-abad menemukan mutasi yang membantu orang bertahan dari wabah tersebut
Baca juga: Apa Itu Wabah Black Death? Ilmuwan Ungkap Asal Muasalnya dari Potongan Gigi
Tapi mutasi yang sama itu terkait dengan penyakit auto-imun yang menimpa orang-orang saat ini.
Baca juga: Muncul Penyakit Misterius di Jakarta, Apakah Mengarah Black Death?
'Black Death' adalah salah satu momen paling signifikan, paling mematikan, dan paling suram dalam sejarah manusia. Diperkirakan hingga 200 juta orang meninggal.
Para peneliti menduga peristiwa sebesar itu pasti telah membentuk evolusi manusia. Mereka menganalisis DNA yang diambil dari gigi 206 kerangka kuno dan mampu secara tepat menentukan tanggal sisa-sisa manusia sebelum, selama atau setelah Black Death.
Analisis termasuk tulang dari lubang wabah Smithfield Timur yang digunakan untuk penguburan massal di London dengan lebih banyak sampel yang berasal dari Denmark.