Ketiga fase penempatan. Perlunya konsepsi satu pintu bagi semua personel saat memulai karier. Maksudnya, tidak ada lagi pendidikan bagi calon anggota Perwira.
"Ada bagusnya Polri mulai berpikir mengenai mengubah konsepsi sekarang ini, ada personel mulai dari jalur Tamtama, Bintara, dan Perwira. Mengapa tidak membuat Polri berangkat dari satu start yang sama. Usulan saya agar ada satu pintu saja memulai karier bagi anggota Polri," ucap Meliala.
Keempat fase perawatan, yakni Polri perlu melakukan program mutasi-rotasi berbasis korps dan fungsi saja, ini ketika anggota Polri dipindah tugaskan ke daerah lain dan dilakukan mutasi.
"Begitu mereka ditempatkan, mereka perlu dirawat agar tidak timbul stres. Ketika dipindah seyogyanya terbatas sesuai dengan korps," ujarnya.
Kelima fase pengakhiran. Dia menjelaskan, pada fase ini perlunya penyediaan asuransi jiwa dan kesehatan atas nama penerima agar personel Polri ketika mereka pensiun nanti bisa hidup tenang. Hal ini juga untuk mencegah pensiunan Polri tidak melakukan penyimpangan.
"Dia (anggota Polri) yakin ketika dia sudah purna tugas, tidak menjadi anggota Polri dan kembali menjadi masyarakat biasa, sudah punya rumah dan perangkat yang baik sehingga dia tidak lagi berangkat dari bawah," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)