MALANG - Korban ke-135 Tragedi Kanjuruhan Malang, Farzah Dwi Kurniawan (20) dikenang sebagai sosok pendiam dan tak banyak bertingkah di mata keluarga dan temannya.
Teman korban, Amanda (20), mengenal sosok almarhum sebagai teman bermain di rumah yang baik dan pintar. Ia tak segan menolong sesama temannya yang membutuhkan. Ia juga patuh dengan orangtuanya.
"Anaknya baik, sekolahnya pintar, sama orang tua juga nurut. Sama anak-anak juga baik, suka nolong, pokonya orang baik," kata Amanda, ditemui usai pemakaman pada Senin pagi (24/10/2022).
Saat itu, Amanda menyebutkan, Farzah melihat pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya bersama-sama sejumlah anak laki-laki di sekitar rumahnya di tribun ekonomi. Sementara Amanda berangkat bersama mereka berada di tribun VIP.
"Dia sama anak-anak kampung yang lain di ekonomi semua. Farzah nonton di tribun selatan. Waktu itu mencar. Terus enggak tahunya anaknya sudah biru semua digotong sama anak-anak keluar itu," ucapnya.
Sementara itu, paman korban Arifin Candra, menyatakan, korban berangkat dengan teman-teman satu kampungnya sekira 9 orang. Korban sempat pamit ke ayah dan ibunya sebelum berangkat.
"(Lihat Arema FC vs Persebaya) Iya sama teman-teman satu kampung, sebayanya teman-teman satu kampung melihat ke sana semua, sehingga dia ikut bersama-sama. Sekitar orang 9," ucap Arifin.
Semasa hidupnya Arifin mengenal pribadi korban sebagai anak yang pendiam, jarang keluyuran, dan selalu menurut apa kata orang tua. Korban yang merupakan anak kedua dari dua bersaudara ini bahkan jarang menonton Arema FC secara langsung di Stadion Kanjuruhan Malang.