"Saya sepakat tetap konsisten terhadap konsensus bernegara, tapi memplesetkan seperti yang dilakukan olehnya sangat tidak nasionalis-religius,"tutur dia.
Sebelumnya, penyataan Komisaris PT Pelni, Kristia Budiarto atau Dede Budhyarto, terkait 'khilafuck' di media sosial Twitter ramai dibahas. Pernyataan itu ditulis Dede saat tengah membahas agar tidak sembrono memilih calon presiden (capres).
"Memilih capres jangan sembrono apalagi memilih capres yang didukung kelompok radikal yang suka mengkafir-kafirkan, pengasong khilafuck anti Pancasila, gerombolan yang melarang pendirian rumah ibadah minoritas,"kata Dede dalam akun Twitternya.
(Fahmi Firdaus )