"Dari Sumpah Pemuda pada 1928, saya dan teman-teman seusia saya kini terinspirasi untuk berjuang, apapun bentuknya, mulai dari relawan perang hingga seperti saya yang menerjemahkan berita dalam bahasa Inggris dan Indonesia, agar semua orang di dunia ini tahu tentang keadaan di Ukraina," jelas Yuliia dilansir dari BBC, Kamis (27/10/2022).
BACA JUGA:Menyamar Jadi Ginekolog Wanita, Pria Ini Tipu 38 Wanita Demi Dapat 1.000 Foto Vagina dan Video Seks
Dia menyebut, perjuangan yang mereka lakukan tidak hanya secara fisik, tapi juga melalui ranah teknologi. Adanya perang informasi di media sosial menimbulkan hoaks perlu diluruskan,
"Kami juga berjuang melawan hoaks dengan meluruskan misinformasi yang banyak beredar," papar Yuliia.
(Nanda Aria)