KEPAHIANG - Kementerian Pertanian mengajak petani di Kepahiang untuk selalu menyiapkan mitigasi agar dampak bencana bisa diminimalisir.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, petani dituntut untuk menjaga lahannya agar terhindar dari kerugian. "Petani harus bisa menjaga lahan agar tidak sampai merugi. Artinya, dibutuhkan mitigasi. Karena bagaimana pun pertanian tidak boleh bermasalah," kata Mentan SYL, Selasa (1/11/2022).
Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Ali Jamil, menjelaskan jika ada beberapa mitigasi yang bisa dilakukan.
"Misalnya menyiapkan alsintan seperti pompa yang dapat dimanfaatkan saat lahan tergenang. Namun, mitigasi terbaik adalah mengasuransikan lahan pertanian," katanya.
Dijelaskan Ali, asuransi menjadi mitigasi terbaik karena memberikan kepastian ke petani.
"Kepastian itu berupa ganti rugi yang akan diberikan saat terjadi gagal panen di lahan sawah. Ganti rugi itu bisa dimaksimalkan untuk modal tanam kembali," katanya.
Kementan menyampaikan hal tersebut menyusul terjadinya banjir bandang yang diakibatkan meluapnya permukaan Air Sungai Kemumu yang menerjang wilayah Desa Pagar Agung, Kecamatan Bermani Ilir, Kepahiang, belum lama ini. Banjir itu tidak hanya merendam kurang dari 81 rumah warga, tapi juga telah merendam lahan pertanian warga sekitar.