JAKARTA - Sederet kasus pembunuhan atau penghilangan nyawa orang lain terjadi di Indonesia pada tahun 2022 ini.
Kasus-kasus ini melibatkan masyarakat sipil hingga aparat kepolisian.
Menjawab hal ini, Krimonolog Universitas Indonesia (UI) Josias Simon mengatakan tidak ada kaitan langsung antara himpitan ekonomi pasca Covid-19 dengan pembunuhan yang terjadi belakangan ini.
Pasalnya, pada setiap kasus memiliki penyebab, motif dan pemicu yang berbeda-beda
“Jadi kalau saya lihat tidak bisa sebagai suatu hal yang bisa disamaratakan, jadi masing-masing agak berbeda,” ucap Josias, Selasa (1/11/2022).
Meski demikian, tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19 tak ditampiknya mempengaruhi peningkatan kualitas kejahatan pada individu.
Pasalnya, ada perubahan kecerdesan emosi juga yang timbul akibat akiba masalah baru tersebut.
“Betul (tekanan ekonomi mempengaruhi kecerdasan ekonomi), inikan terkait dengan beberapa persoalan yang tadi disebutkan, itu memang terkait sosial budaya yang dimiliki oleh suatu masysrakat,” tutur Josias.
Oleh karenanya, perlu adaptasi yang dilakukan oleh masyarakat di tengah transformasi hubungan antar sesama sosial.
Pasalnya, kekinian dia menilai masyarakat cenderung individualistis dan mengabaikan orang lainnya.
Kecenderungan itu menurutnya dapat berpengaruh pada kejahatan yang ada.
“Cenderung individual, karena apa? sibuk pada gadget masing-masing misalnya, kemudian juga lingkungan orangtua, keluarga dan masyarakatnya itu juga bisa dibilang mengabaikan,” tutur dia.
“Lainnya lagi adalah ketahanan keluarga dari masing-masing keluarga yang ada di kelompok itu, itu indikator yang menjadi penting melihat kenapa suatu wilayah terjadi (kasus pembunuhan), kenapa wilayah yang lain enggak,” tambah dia.
Josias mengatakan masyarakat harus segera berdaptasi terhadap hubungan antar individu di tengah masyarakat yang mulai berganti tersebut.
Kesibukan individu dengan yang cenderung memilih gadgetnya masing-masing, tegas dia, perlu diperhatikan.
“Kalau dulu kan acuannya orangtua, keluarga ataupun tokoh, sekarang itu istilahnya di gadget, inilah proses transform yang perlunya diperhatikan juga,” pungkasnya.
(Natalia Bulan)