Menurutnya, potensi merapatnya PDIP ke dalam poros Gerindra-PKB itu terbangun apabila pernyataan Jokowi selaras dengan agenda partainya. Dirinya menilai, mantan Gubernur DKI Jakarta ini termasuk politikus yang disiplin dalam berkomentar serta tak bertentangan dengan garis kebijakan dan strategi PDIP.
"Artinya, jika statement dukungan Jokowi kepada Prabowo sudah dilakukan dua kali secara berturut-turut, maka hal itu sebenarnya bisa dimaknai sebagai cerminan positioning sikap politik PDIP per hari ini," tutupnya.
(Fahmi Firdaus )