Biografi dr. Raden Rubini Natawisastra, Pahlawan Indonesia yang Gugur di Tangan Jepang

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 10 November 2022 09:20 WIB
dr. Rubini/Foto: Antara
Share :

Di Kalimantan Barat ia menjalankan misi kemanusiaan dengan menjadi dokter keliling melayani pengobatan di daerah terpencil dan pedalaman. Hal itu ia lakukan selama 17 tahun.

Semasa berkeliling itu, dr. Rubini membentuk gerakan bawah tanah pasien yang keanggotaannya mayoritas diisi perempuan dan anak-anak korban kekerasan seksual oleh penjajah.

Ia pun aktif di Partai Indonesia Raya yang mengobarkan semangat untuk menentang penjajahan Jepang dan menuntut kemerdekaan Kalimantan Barat agar dapat menjadi bagian dari Indonesia.

Adapun, sang istri yaitu Amalia Rubini selalu setia mendampingi perjuangan sang suami. Ia pun aktif di gerakan Palang Merah serta menjadi Ketua Perkumpulan Istri Indonesia (PII) cabang Pontianak.

PII merupakan salah satu sayap Perserikatan Perkumpulan Istri Indonesia (PPII) yang pada tahun 1935 berganti nama Kongres Perempuan Indonesia dan berganti nama menjadi Kowani di tahun 1946.

Namun, perjuangan keduanya berakhir pada Tragedi Mandor, peristiwa pembantaian massal yang terjadi di Kalimantan Barat pada 28 Juni 1944. Keduanya lalu dimakamkan di Makam Juang Mandor.

Atas jasanya, namanya kemudian diabadikan di berbagai tempat seperti nama RSUD dr. Rubini Mempawah, nama jalan di Kabupaten Mempawah dan kota lainnya, dan Taman Aulia dr. Rubini di Kabupaten Mempawah.

(Nanda Aria)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya