Di antara kesalahan-kesalahan ini, Platt menunjuk pada praktik produksi pertanian yang terbukti gagal total.
Penulis lain juga menunjukkan bahwa, didorong oleh obsesi pemerintah pada peningkatan produksi baja, banyak petani meninggalkan pedesaan untuk bekerja di pabrik-pabrik dan, oleh karena itu, jumlah produk dari pedesaan pada tahun-tahun itu tidak cukup untuk mengatasi kelaparan.
Paralel dengan masa kini
Platt menunjukkan bahwa kombinasi seluruh faktor ini agaknya hari ini bukan tema di masa lalu, tetapi ada beberapa elemen yang terulang pada masa kini.
"Saya menemukan paralel dengan apa yang terjadi saat ini: kita menyaksikan kebangkitan otoritarianisme di seluruh dunia, kita punya orang-orang yang membuat keputusan yang tidak berdasarkan sains, kita mengalami kekeringan dan gelombang panas, dan banyak kasus di mana alam telah kehilangan keseimbangan," kata sang jurnalis.
Yang menarik, Todd menambahkan, ini bukan satu-satunya periode dalam sejarah manusia ketika burung-burung ini dianiaya.
"Di AS kami juga memiliki apa yang disebut 'perang melawan burung gereja', meskipun itu berbeda dari apa yang terjadi di China," kata penulis itu kepada BBC Mundo.
Ceritanya berlatar pada pertengahan abad ke-19, ketika banyak orang Amerika memutuskan untuk mengimpor burung gereja dengan tujuan, antara lain, untuk membasmi serangga.
"Dan banyak orang mengimpornya, di Brooklyn, di Oregon, di Cincinatti, di seluruh wilayah Amerika. Dan dengan sangat cepat, dalam beberapa dekade, populasi burung gereja meledak. Dan mereka bisa agresif pada spesies lain.
"Lalu ada orang-orang, terutama ahli burung, yang mulai memperhatikan bahwa spesies burung asli tertentu menghilang dari lingkungan tertentu, yang sekarang ditinggali oleh burung gereja," kata Todd.
Kemudian ada semacam perang antara ahli ornitologi yang mengusulkan untuk membasmi sebagian burung gereja ini dan orang-orang yang ingin mempertahankannya.
Meski begitu, perdebatan ini tidak mengakibatkan konsekuensi yang sama seperti di China.
"Dan saya pikir tidak ada pihak yang berhasil memaksakan argumen mereka kepada pihak lain, tetapi jelas burung gereja yang jadi pemenangnya, karena saat saya diwawancarai oleh BBC, saya mendengar suara mereka melalui jendela rumah saya, dan saya berada di Minneapolis, di tengah-tengah AS. Jadi mereka kerasan di sini," tutup Todd.
(Nanda Aria)