Persoalan Hubungan Dua Agama di Masa Hayam Wuruk Cetuskan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

Avirista Midaada, Jurnalis
Senin 14 November 2022 07:04 WIB
Raja Majapahit, Hayam Wuruk (foto: dok wikipedia)
Share :

JAKARTA - Bhinneka Tunggal Ika merupakan salah satu semboyan yang tertulis pada lambang negara Indonesia. Kalimat ini muncul pertama kali dari konsep keagamaan baru di era Kerajaan Majapahit. Pencetusnya adalah Mpu Tantular pujangga yang terkenal dengan karya - karya sastranya.

Mpu Tantular menuliskan konsep Bhinneka Tunggal Ika ini pada suatu kakawin yang berjudul Purudasanta, atau yang lebih dikenal dengan nama Sutasoma. Saat itu konon permasalahan keagamaan tengah dihadapi Kerajaan Majapahit.

Sebagaimana dikutip dari "700 Tahun Majapahit Suatu Bunga Rampai" hubungan antara agama Hindu Siwa dan agama Buddha Mahayana memang berdampingan begitu bagus. Namun saat pemerintahan Majapahit waktu itu masih jelas bahwa kedua agama itu terpisah satu dari yang lain.

 BACA JUGA: Megah dan Luasnya Kompleks Istana Majapahit Semasa Hayam Wuruk Bertahta

Masing-masing agama mempunyai candi-candi yang berbeda dan terpisah, masing-masing bahkan mempunyai arca-arca pemujaan yang dapat dibedakan dengan jelas satu sama lain. Hanyalah Prasasti Kelurak yang ditulis pada tahun 782 Masehi, satu-satunya yang memberikan ungkapan penyamaan antara suatu konsep kebenaran agama Buddha dengan konsep kebenaran agama Siwa.

Dari sanalah akhirnya rumusan lebih tegas terkait hubungan antara kedua agama ini dicetuskan pada Kakawin Sutasoma. Kakawin ini ditulis semasa pemerintahan Sri Rajasanagara atau yang dikenal dengan Hayam Wuruk dengan bahasa Jawa kuno.

 BACA JUGA:Kewajiban Bayar Pajak saat Hayam Wuruk Pimpin Majapahit

Pada Pupuh CXLVII bait satu jelas-jelas mengatakan bahwa karyanya itu adalah sebuah boddhacarita atau cerita yang bersifat buddha. Sementara bait yang mengandung ungkapan Bhinneka Tunggal Ika terdapat pada Pupuh CXXXIX dengan bahasa Jawa kuno berbunyi "rwaneka dhatu winuwus wara Buddha Wiswa bbhineki rakwa ring apan ke parwwanose'n mangkaang jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal bbinneka tunggal ika tan bana dharmma mangrwa".

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya