“Di Kanada kami percaya pada dialog yang bebas dan terbuka dan jujur dan itulah yang akan terus kami miliki,” terangnya.
"Kami akan terus bekerja sama secara konstruktif, tetapi akan ada hal-hal yang tidak kami setujui," tambahnya.
Namun Presiden Xi memotong pembicaraan Trudeau dan meminta agar dia terlebih dahulu "menciptakan kondisi". Keduanya pun berjabat tangan dan berjalan pergi.
Pertemuan singkat namun terbuka itu menyoroti ketegangan antara China dan Kanada, yang memuncak sejak penahanan eksekutif Huawei Technologies Meng Wanzhou pada 2018 dan penangkapan berikutnya oleh Beijing atas dua warga Kanada atas tuduhan mata-mata. Ketiganya kemudian dibebaskan.
Namun ketegangan baru-baru ini muncul kembali setelah penangkapan Yuesheng Wang, seorang pekerja utilitas publik di Hydro-Quebec, yang didakwa melakukan spionase.
“Wang mendapatkan rahasia dagang untuk menguntungkan Republik Rakyat China, dengan merugikan kepentingan ekonomi Kanada," kata polisi Kanada dalam sebuah pernyataan.
Pada saat itu, Trudeau dan Presiden Xi berada di KTT G20 di pulau Bali, Indonesia.
(Susi Susanti)