"Sebenarnya dari awal sudah ada yang janggal. Dari mulai video call sampai kunci gembok sampai dengan langsung disuruh dimakamkan," sambungnya.
Merespons kecurigaan keluarga, Kadispenau Marsma TNI Indan menegaskan, bahwa TNI AU tidak akan menutupi-tutupi kasus tewasnya Prada Indra, bahkan tidak akan menoleransi para pelaku jika nantinya terbukti adanya tindak pidana tersebut.
"Saya kira sudah terbuka. Nggak ada lah (yang ditutupi). Kita TNI AU tidak akan menoleransi tindakan kesalahan itu, nggak akan kita tolerir," katanya.
(Fahmi Firdaus )