Dia meminta anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN harus juga menyasar anak-anak itu. "Itu yang saya bilang harus dong anggaran 20 persen menyasar mereka, termasuk anak-anak yatim piatu, anak-anak yang (bersekolah) non-formal, akhirnya keluarlah Kartu Indonesia Pintar (KIP) di zaman Pak Jokowi," jelasnya.
Venna mengaku bahagia lantaran KIP diterbitkan. Apalagi, KIP menyasar siswa dari tingkat dasar hingga tingkat atas. Dengan begitu, semua anak yang kurang mampu punya kesempatan untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi lagi.
"Jadi mereka tidak ada lagi alasan tidak punya duit untuk beli buku, ongkos, dan seragam, karena semua tercover," tutup Venna.
(Fahmi Firdaus )