JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa. Ada beberapa fakta terkait penunjukan tersebut.
BACA JUGA:Tunjuk KSAL Yudo Margono Jadi Panglima TNI, Jokowi: Kita Rotasi Matra
1. Dipilih Jokowi
Presiden Jokowi memilih Laksamana Yudo Margono sebagai calon Panglima TNI yang baru menggantikan Andika Perkasa yang akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat. Pemilihan Yudo Margono ini tercantum di dalam surat presiden yang ditujukan ke DPR RI untuk diproses lebih lanjut.
BACA JUGA:Yudo Margono Siap Jalani Fit and Proper Test Panglima TNI di DPR: 99,9 Persen
2. Pemilihan Laksamana Yudo untuk rotasi kepemimpinan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan, dipilihnya Yudo salah satu pertimbangannya agar ada rotasi matra di kepemimpinan TNI. Mengingat, Panglima TNI Andika Perkasa berasal dari unsur matra Angkatan Darat.
"Ya bisa jadi salah satu pertimbangannya. Saya kira itu salah satu lah pertimbangannya," kata Pratikno, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (28/11/2022).
3. Laksamana Yudo Singkirkan dua calon kuat lainnya
Pratikno menjelaskan, sebelum Presiden memilih KSAL itu, tentu ada dua nama lain yang memang memenuhi untuk diajukan sebagai calon panglima TNI. Keduanya ialah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU).