PVBMG: Erupsi Gunung Semeru Tidak Picu Tsunami, Masih Berstatus Awas Hingga Siang ini

Dimas Choirul, Jurnalis
Senin 05 Desember 2022 15:01 WIB
Gunung Semeru. (Foto: Avirista/MPI)
Share :

JAKARTA - Gunung Semeru masih dalam fase krisis dengan aktivitas yang sangat tinggi pada Senin (5/12/2022) siang ini. Warga di sekitar lokasi diimbau untuk tetap berhati-hati.

"Status aktivitas masih berada pada level IV (awas)," kata Koordinator Kelompok Gunung Api PVMBG Oktory Prambada kepada MNC Portal, Senin (5/12/2022).

Dampak erupsi, kata dia, masih terlihat abu vulkanik yang mengarah ke bagian barat daya, barat dan selatan. Selain itu, juga terjadi awan panas guguran (APG) yang menjangkau kurang lebih 13 kikometer ke arah tenggara.

BACA JUGA:13 Sekolah Diliburkan setelah Terdampak Abu Gunung Semeru, Kelas 6 Terpaksa Masuk karena Ujian   

Sementara terkait informasi mengenai dampak erupsi Gunung Semeru dapat menyebabkan tsunami, Oktory menegaskan hal itu tidaklah benar. Ia meminta warga untuk tidak termakan informasi liar selain dari sumber resmi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Tidak ada tsunami ya. Erupsi Semeru ini kejadiannya di darat dan hanya mendampak 13 km ke arah tenggara semeru, tidak sampai laut," kata dia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.979 jiwa telah diungsikan akibat erupsi Gunung Semeru yang disertai awan panas guguran (APG) pada Minggu (4/12/2022).

Lalu, ribuan pengungsi tersebut ditempatkan di sejumlah titik lokasi pengungsian. Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB merinci 11 titik pengungsian itu meliputi; 266 jiwa di SDN 4 Supiturang, 217 jiwa di Balai Desa Oro-oro Ombo, 119 jiwa di SDN 2 Sumberurip, 228 jiwa di Balai Desa Sumberurip, 131 jiwa di Balai Desa Penanggal, 52 jiwa di Pos Gunung Sawur, 216 jiwa di Balai Desa Pasirian, 150 jiwa di Lapangan Candipuro, 600 jiwa di Kantor Kecamatan Candipuro dan sisanya di SMP N 2 Pronojiwo.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya