JAKARTA - Biasanya bom digunakan sebagai senjata peledak dalam menunjang aktivitas militer. Terdapat jenis bom yang ada di dunia, beberapa diantaranya adalah bom nuklir dan atom.
Secara definisinya, nuklir bisa diartikan sebagai bagian yang berhubungan dengan nukleus atom. Sedangkan energi nuklir sendiri merupakan energi yang dihasilkan berdasarkan reaksi antar partikel di dalam inti atom.
BACA JUGA: Asal Usul dan Sejarah Bom Nuklir Pertama di Dunia
Beberapa tahun kemudian setelah terjadinya peristiwa Hiroshima dan Nagasaki pada 1945, dunia internasional melarang penggunaan nuklir. Hal ini dikarenakan bom tersebut dianggap sangat berbahaya dan mematikan.
Setelahnya, mulai muncul banyak pertanyaan mengenai perbedaan bom nuklir dengan bom atom. Baik dari segi komposisi hingga dampak yang dihasilkannya. Dalam beberapa literatur atau referensi yang ditemui, dikatakan bahwa daya hancur dari bom nuklir ratusan bahkan ribuan kali lipat lebih kuat dari bom atom.
Lantas, apa perbedaan dari bom atom dan nuklir? Berikut penjelasannya seperti mengutip dari Difference Between.
Senjata nuklir merupakan alat peledak yang memperoleh daya dari reaksi nuklir seperti fisi, fusi, atau kombinasi keduanya. Dalam hal ini, fisi bisa diartikan sebagai pemecahan atom menjadi dua atau lebih atom dengan ukuran yang lebih kecil.
Sedangkan fusi merupakan penggabungan dua atom atau lebih menjadi satu atom besar. Fusi nuklir melepaskan lebih banyak partikel radioaktif daripada fisi nuklir. Sehingga energi yang dilepaskannya pun lebih besar dari energi yang dilepas fisi nuklir.