JAKARTA - Sesar Baribis disebut-sebut merupakan sesar aktif yang berpotensi mengancam wilayah Jakarta dan sekitarnya. Meskipun, dari kajian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung terkait sebaran episenter gempa bumi di wilayah Jawa Barat, Sesar Baribis merupakan sesar utama di utara Jawa Barat.
Dalam kajian yang diterbitkan pada bulan April 2022 lalu, Sesar Baribis ini terdeteksi di daerah Kadipaten, yaitu tepatnya di Desa Baribis, di mana ditemukan sejumlah bidang sesar dan struktur sesar minor yang memotong tubuh batu-gamping. Sementara, gempa bumi signifikan yang bersumber dari sesar ini salah satunya terjadi pada tahun 1862 di Karawang.
BACA JUGA:Update Gempa Karangasem: 42 Rumah Hingga Fasilitas Umum Rusak
Lalu, bagaimana penjelasan BMKG terkait Sesar Baribis yang disebut-sebut dapat mengancam ini?
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan, pada 1996 ada dua orang peneliti Geologi yaitu Barber dan Simanjuntak yang menerbitkan sebuah publikasi ilmiah bahwa ada sebuah mekanisme sesar naik berarah dari Purwakarta sampai Serang.
“Dan itu menunjukkan jalur yang melewati Bekasi dan selatan Jakarta. Nah, saat itu masih menjadi tanda tanya besar masih pro dan kontra,” kata Daryono dalam keterangannya, Rabu (14/12/2022).
Namun demikian, kata Daryono, seiring waktu BMKG terus merapatkan jaringan monitoring gempa, dan ternyata mendapati adanya aktivitas gempa di jalur tersebut, khususnya di segmen timur antara Bekasi dan di Purwakarta.
“Salah satu contoh adalah gempa Bekasi yang terjadi pada tanggal 10 Desember 2019, ini berkekuatan 3,2 dan ini pusatnya di Cibarusah Bekasi. Dan masyarakat juga merasakan getaran itu, sehingga cukup membuat panik juga waktu itu. Kemudian pada tanggal 4 Januari 2021 itu gempa berkekuatan 2,4, ini berpusat di Jonggol,” ungkap Daryono.
BACA JUGA:Kerugian Gempa Cianjur Capai Rp4 Triliun