JAKARTA – Pada dasarnya, bom nuklir atau senjata nuklir dapat menimbulkan ledakan nuklir ribuan atau bahkan jutaan kali lebih kuat daripada ledakan senjata konvensional.
Meski kedua jenis senjata tersebut mengandalkan kekuatan destruktif atau gelombang kejut, tetapi suhu yang dicapai senjata nuklir jauh lebih tinggi dan sebagian besar energinya dipancarkan dalam bentuk cahaya dan panas, yang umumnya disebut sebagai energi panas.
Dampak yang Disebabkan Oleh Ledakan Nuklir
Melansir laman Atomicarchive.com, ledakan yang ditimbulkan oleh senjata nuklir memiliki efek destruktif baik secara langsung maupun tak langsung (berkala).
Adapun efek langsung yang ditimbulkan berupa ledakan, radiasi termal, hingga radiasi pengion yang menyebabkan kehancuran signifikan dalam hitungan detik setelah ledakan nuklir terjadi.
Sedangkan efek tak langsung berupa zat radioaktif, hingga kerusakan lingkungan dalam jangka waktu yang lama, mulai dari jam hingga tahun.
BACA JUGA: Asal Usul dan Sejarah Bom Nuklir Pertama di Dunia
1. Ground Zero
Titik nol atau ground zero mengacu pada titik permukaan bumi tepat di bawah atau di atas titik ledakan. Istilah tersebut juga dapat digunakan untuk ledakan permukaan tanah dan bawah tanah. Dalam beberapa publikasi, ground zero disebut juga dengan hiposentrum ledakan.
2. Gelombang Ledakan Nuklir
Gelombang kejut yang berasal dari ledakan menghasilkan perubahan tekanan udara secara tiba-tiba berupa angin kencang yang dapat menghancurkan benda di sekitarnya.
Besar gelombang bergantung pada semburan yang terjadi di atas permukaan tanah. Pada jarak tertentu dari pusat ledakan, sebuah ketinggian dari semburan optimal akan menghasilkan perubahan tekanan udara terbesar, yang disebut dengan tekanan berlebih.
Semburan di permukaan tersebut menghasilkan tekanan berlebih yang lebih besar pada jarak dekat, dan tekanan berlebih jauh lebih sedikit pada rentang jarak yang lebih jauh.