Panglima Militer Ukraina Klaim Rusia Telah Beradaptasi dengan Sistem HIMARS Buatan AS

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 17 Desember 2022 10:57 WIB
Perang Ukraina-Rusia/Reuters
Share :

Zaluzhny juga mengklaim bahwa Moskow telah mengubah taktiknya dalam konflik yang sedang berlangsung, menyesuaikan dengan persenjataan yang digunakan untuk melawan Ukraina.

"Mereka telah pergi ke jarak yang tidak bisa dijangkau oleh HIMARS. Dan kami tidak memiliki jarak yang lebih jauh," jelasnya.

Zaluzhny juga menggemakan permintaan berulang dari Kiev kepada pendukung Barat untuk memasoknya dengan amunisi jarak jauh.

Panglima militer tidak merinci ke mana tepatnya pasukan Rusia konon pergi untuk berada di luar jangkauan sistem HIMARS.

Ia juga mengeluhkan serangan rudal yang diluncurkan Moskow terhadap infrastruktur kritis Ukraina.

Namun, pada saat yang sama, dia mengklaim pertahanan udara Ukraina telah menunjukkan rasio intersepsi yang sangat tinggi.

"Sekarang kami memiliki rasio 0,76 (menjatuhkan rudal). Rusia menggunakan koefisien kemanjuran 0,76 ini ketika mereka merencanakan serangan mereka. Ini berarti bahwa alih-alih 76 rudal, mereka meluncurkan 100," jelasnya.

"Dan 24 melewati dan mencapai target mereka. Dan apa yang dilakukan dua rudal ke pembangkit listrik? Itu tidak akan berfungsi selama dua tahun. Jadi harus dibangun," tambahnya.

Kampanye pengeboman infrastruktur terjadi setelah serangan Jembatan Krimea, yang didukung secara luas oleh pejabat tinggi Ukraina dan Moskow menyalahkan dinas intelijen Kiev.

Serangan-serangan itu sekarang telah membuat sistem negara itu berada di ujung tanduk dan keruntuhannya akan memakan banyak korban juga pada pasukan, Zaluzhny menegaskan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya