VATIKAN - Vatikan telah memecat seorang pastor yang berbasis di Amerika Serikat (AS) karena posting-an media sosial (medsos) yang "menghujat" aborsi dan mendukung mantan Presiden AS Donald Trump.
Sepucuk surat kepada para uskup AS dari Duta Besar Vatikan AS menuduh pastor Frank Pavone, melakukan "ketidaktaatan terus-menerus".
Dalam sebuah pernyataan yang menyertai surat yang mengumumkan pemecatannya yang pertama kali diperoleh oleh Kantor Berita Katolik, Uskup Agung Cristophe Pierre, Duta Besar Vatikan untuk AS, menulis bahwa Pavone memiliki "banyak kesempatan untuk menyerahkan dirinya kepada otoritas uskup keuskupannya".
BACA JUGA: Terungkap, Paus Fransiskus Telah Tandatangani Surat Pengunduran Dirinya Sejak Lama
"Ditentukan bahwa Pastor Pavone tidak memiliki pembenaran yang masuk akal atas tindakannya," bunyi pernyataan itu, dikutip BBC.
BACA JUGA: Kasus Korupsi Vatikan, Pengadilan Putar Rekaman Percakapan Kardinal dengan Paus Fransiskus
Sementara itu, di Twitter, Pavone, yang sekarang tinggal di Florida, tetap menentang dan bersumpah untuk melanjutkan aktivisme anti-aborsi. Selain itu, dia tetap menjadi pendukung setia Trump, dan mengenakan topi merah "Jadikan Amerika Hebat Lagi" di foto profilnya, bersama dengan foto dirinya di samping Trump.
"Dalam setiap profesi, termasuk pastor, jika Anda membela bayi yang belum lahir, Anda akan diperlakukan seperti mereka," tulisnya.
"Satu-satunya perbedaan adalah ketika kami diaborsi, kami terus berbicara, keras dan jelas,” lanjutnya.