3. Korsel Nilai Kim Jong-un Pakai Bahasa Provokatif
Dikutip KCNA, Kim mengatakan, senjata itu mampu mengatasi bentang alam yang tinggi, dapat menyerang secara berurutan dengan presisi, memiliki jangkauan tembak seluruh Korea Selatan dan dapat diisi dengan hulu ledak nuklir taktis.
“Secara prospektif, sebagai senjata ofensif utama pasukan militer kita, itu akan melakukan misi tempurnya sendiri untuk mengalahkan musuh,” terangnya.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Korea Selatan kemudian menanggapi komentar Kim, menyebut mereka memakai ‘bahasa provokatif yang sangat merusak perdamaian dan stabilitas Semenanjung Korea’.
4. Korsel Minta Korut Hentikan Pengembangan Rudal Balistik
Kementerian Pertahanan Korea Selatan mendesak Pyongyang untuk segera menghentikan pengembangan senjata nuklir, dan kembali ke jalur denuklirisasi, memperingatkan bahwa rezim Kim Jong-un akan berakhir jika Korea Utara mencoba menggunakan senjata nuklir.
Kementerian berjanji untuk mempertahankan postur kesiapan militernya untuk menanggapi dengan tegas setiap ancaman Korea Utara, menambahkan bahwa militer akan memperkuat sistem pertahanan ‘tiga sumbu’ yang dirancang untuk melawan ancaman nuklir dan rudal Korea Utara.
Sistem pertahanan ‘tiga sumbu’ yang terdiri dari sistem serangan preemptive Kill Chain, sistem Pertahanan Udara dan Rudal Korea dan rencana Hukuman dan Pembalasan Besar-besaran Korea, sebuah rencana operasional untuk melumpuhkan kepemimpinan Korea Utara dalam konflik besar.
(Awaludin)