Setidaknya 17 Orang Tewas pada Hari Paling Berdarah dalam Protes di Peru

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 10 Januari 2023 15:02 WIB
Demonstran bentrok dengan polisi dalam protes menuntut pemilihan awal dan pembebasan mantan presiden Pedro Castillo di dekat Bandara Juliaca, Peru, 9 Januari 2023. (Foto: Reuters)
Share :

LIMA/JULIACA – Setidaknya 17 orang tewas dalam bentrokan dengan polisi di Peru selatan, kata kantor hak asasi manusia negara itu pada Senin, (9/1/2023). Ini menjadi hari paling mematikan dari protes di Peru, yang menuntut pemilihan dini dan pembebasan mantan presiden yang dipenjara, Pedro Castillo.

BACA JUGA: Masa Lalu Kelam Kembali Hantui Peru saat Demonstran Muda Gugur

Bentrokan itu terjadi di Juliaca, sebuah kota di dekat tepi Danau Titicaca di wilayah Puno Peru selatan, dan menyebabkan 68 orang terluka, kata Henry Rebaza, seorang pejabat kementerian kesehatan Puno, kepada saluran televisi pemerintah TV Peru. Korban tewas termasuk setidaknya dua remaja, menurut kementerian.

Beberapa jenazah mengalami luka tembak, kata direktur kesehatan regional Puno, Ismael Cornejo, kepada stasiun radio lokal RPP.

Korban terbaru meningkatkan jumlah korban tewas akibat bentrokan anti-pemerintah dengan pasukan keamanan menjadi 39 sejak protes dimulai pada awal Desember menyusul pencopotan dan penangkapan Castillo tak lama setelah dia mencoba membubarkan Kongres secara ilegal.

BACA JUGA: Peru Umumkan Keadaan Darurat Setelah Protes Berdarah yang Dipicu Krisis Politik

Castillo menjalani 18 bulan penahanan pra-sidang atas tuduhan pemberontakan, yang dia bantah.

Rebaza juga mengatakan kepada Peru TV bahwa 28 petugas polisi yang terluka tidak dapat dievakuasi dari bandara Juliaca. Perdana Menteri Peru Alberto Otarola mengatakan ribuan pengunjuk rasa telah mencoba menyerbu bandara bersama dengan kantor polisi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya