Enam Kebijakan yang Buat Mataram Kuno Berjaya di Masa Raja Dyah Balitung

Avirista Midaada, Jurnalis
Selasa 10 Januari 2023 05:45 WIB
Ilustrasi/ Doc: Istimewa
Share :

JAKARTA - Raja Dyah Balitung membawa Kerajaan Medang yang juga disebut Mataram Kuno ke arah kejayaan. Raja yang memerintah pada 898 - 910 ini kestabilan kerajaan dari sisi politik, keamanan, dan sosial terasa.

Hasilnya, raja yang bergelar abhiseka Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung Sri Dharmodaya Mahasambu, mulai terasa.

 BACA JUGA:Pascagempa M7,9, Ada 4 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku

Kerajaan Medang di masa pemerintahan Dyah Balitung bisa dibilang relatif lebih maju ketimbang sebelumnya. Selain melakukan ekspansi wilayah kekuasaannya hingga mencapai Jawa Tengah, Jawa Timur, Bantan, dan Bali; Dyah Balitung pula menerapkan berbagai kebijakan yang dianggap cukup brilian.

Total setidaknya ada enam kebijakan yang dicatat Sri Wintala Achmad pada bukunya "Hitam Putih Kekuasaan Raja-raja Jawa : Intrik, Konspirasi Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita", mulai pertama dari membentuk Jabatan Rakryan Kanuruhan yang setingkat dengan jabatan Perdana Menteri, dan Rakryan Mahapatih yang dipegang Mpu Daksa berdasarkan temuan pada Prasasti Watukura berangka 27 Juli 902.

 BACA JUGA:Cuaca Jakarta Diprediksi Hujan pada Siang dan Malam Hari Ini

Selanjutnya, Dyah Balitung juga memerintahkan pada Mpu Sudarsana atau akai Welar untuk membangun kompleks penyeberangan bernama Paparahuan di tepian Bengawan Solo, sesuai tercantum pada Prasasti Telang, 11 Januari 904. Pembebasan pajak di desa-desa sekitar Paparahuan juga menjadi faktor kebijakan ekonomi yang dicetuskan Rakai Watukura Dyah Balitung.

Raja juga melarang para penduduknya untuk memungut upah dari para penyeberang. Pembebasan pajak pula dilakukan di Desa Poh yang mendapatkan tugas untuk mengelola bangunan suci Sang Hyang Caitya dan Silungkung, sebagimana pada Prasasti Poh, 17 Juli 905.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya