Dyah Balitung juga kerap memberikan anugerah Desa Kubu-Kubu pada Rakryan Hujung Dyah Mangarak dan Rakryan Matuha Dyah Majawuntan, karena telah berjasa memimpin dalam penaklukan daerah Bantan atau Bali, yang tercantum pada Prasasti Kubu-Kubu berangka 17 Oktober 905.
Bangunan suci juga tak lepas dari perhatian Dyah Balitung, oleh karena itu ia juga memberikan anugerah Desa Rukam pada Rakryan Sanjiwana (neneknya) yang telah merawat bangunan sucí di Limwung. Terakhir Dyah Balitung juga memberikan anugerah pada lima patih bawahan yang telah menjaga keamanan saat pernikahannya, seperti yang dijelaskan di Prasasti Mantyasih.
Sayang kejayaan Kerajaan Medang ini kembali bergolak lantaran sang Mahapatih Mpu Daksa melakukan pemberontakan menggulingkan atasannya sendiri. Nasib Mataram yang istananya telah pindah di Poh Pitu pun kembali bergolak.
(Nanda Aria)