Megawati Curhat saat Peristiwa Kudatuli: Saya Gak Mau Kalau Dibilang Komunis

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Selasa 10 Januari 2023 11:23 WIB
Share :

JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengenang beberapa peristiwa penting dalam perjalanan 50 tahun PDI Perjuangan berkiprah di perpolitikan Indonesia.

Salah satunya adalah peristiwa Kudatuli. Kudatuli mengacu pada akronim dari Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli Peristiwa Sabtu Kelabu.

Saat itu, massa berusaha mengambil alih secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri.

Penyerbuan dilakukan oleh massa pendukung Soerjadi (Ketua Umum versi Kongres PDI di Medan) serta dibantu oleh aparat dari kepolisian dan TNI.

Megawati curhat saat itu, ia dibawa oleh polisi dan jaksa untuk diperiksa terkait peristiwa itu.

"Saya dibawa ke polisi ke jaksa. saya bilang sama kejaksaan, pak dari jam 8 pagi loh pak, sampe jam 8 malem, saya masih ditanyain, yang ditanyain itu-itu terus, saya juga punya anak, punya suami," kata Megawati.

Ia pun menegaskan saat itu, ia meminta kepada Jaksa untuk segera menyelesaikan proses pemeriksaan agar semuanya terang benderang.

"Kalau memang mau dutangkap sini BAP-nya, saya gak mau kalau dibilang komunis, karena saya gak pernah ikut. Tapi kalau saya dibilang soekarnois, yes!," jelasnya disambut riuh para kader.

Sebagaimana diketahui, PDIP pada 10 Januari 2023 merayakan HUT ke-50. Peringatan tersebut bersifat internal dan tidak mengundang parpol lainnya sebagai bagian konsolidasi partai dalam rangka pemenangan pemilu.

Dalam HUT ke-50, PDIP mengusung tema Genggam Tangan Persatuan dengan Jiwa Gotong Royong dan Semangat Api Perjuangan Nan Tak Kunjung Padam dengan subtema Persatuan Indonesia untuk Indonesia Raya dalam perayaan HUT ke-50.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya