JAKARTA - Aksi asusila terjadi di Jalan Kampung Bulak RT/RW 02/17 Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara. Seorang karyawati menjadi korban begal payudara yang dilakukan oleh pengemudi motor.
Berdasarkan rekaman CCTV, aksi asusila ini terjadi di sebuah gang sempit. Di mana, seorang pengemudi motor terlihat memutar balikkan kendaraannya dan menghampiri pejalan kaki.
Saat dekat dengan pejalan kaki tersebut, pengemudi motor yang mengenakan helm dan baju berwarna hitam tersebut langsung meremas dada korban hingga membuat wanita tersebut kaget.
Usai meremas payudara korban, pelaku langsung melarikan diri dan menancapkan gas motornya. Sementara itu, korban hanya terdiam kaget dengan hal yang menimpanya.
Salah satu warga setempat Sri Sudarni (46) mengatakan bahwa aksi pegal payudara tersebut terjadi di depan gang rumahnya pada Senin 9 Januari 2023 malam.
"Awalnya saya kan duduk di sini, pas pulang anak itu (korban) lewat nanya kenal yang tadi naik motor nggak, nggak kenal kayaknya bukan orang sini saya jawab gitu," kata Sri, Selasa 10 Januari 2023.
BACA JUGA: Pelaku Begal Payudara di Pangkalan Bun Ditangkap, Motifnya Hanya Iseng
Sri mengungkapkan, korban yang diketahui berinisial R (20) menangis sembari memegangi bagian dadanya. Sedangkan pelaku kabur dengan cepat.
"Iya dia langsung jalan ditanya sama ibu, kenapa neng langsung nangis dia. Kayak syok aja gitu kayak orang kaget gitu mungkin," ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 02 Sukamto mengatakan usai terjadi aksi asusila ini pihaknya langsung melakukan koordinasi mencari tahu identitas pelaku tersebut.
"Dari rekaman CCTV dan hasil pembicaraan warga sekitar sini saya langsung kordinasi dengan warga sini mencari tahu apakah pelaku merupakan warga sekitar," tuturnya.
Menurut Sukamto, warga tidak mengetahui identitas daripada pelaku. Namun, akibat kejadian ini korban diketahui langsung menangis kejar saat menuju tempat tinggalnya.
"Korban menangis itu menurut warga sekitar. Jadi korban ini berinisial R (20) bekerja di Koja Trande Mall dan tinggal atau ngontrak di RT 3. Kondisi korban masih bekerja seperti biasa," pungkasnya.
(Arief Setyadi )