Tolak Hasil Pemilihan, Caleg Gagal Ditangkap Setelah Tembaki Rumah Pejabat Pemerintah

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 17 Januari 2023 16:30 WIB
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
Share :

ALBUQUERQUE - Seorang calon legislatif dari Partai Republik yang gagal terpilih di New Mexico, Amerika Serikat (AS) ditangkap pada Senin, (16/1/2023) atas tuduhan mendalangi penembakan di empat rumah pejabat terpilih setempat baru-baru ini, demikian kata Departemen Kepolisian Albuquerque.

Polisi pada Senin mengatakan bahwa mereka telah menangkap Solomon Pena, (39), dan menuduhnya bersekongkol dengan, dan membayar, empat orang lainnya untuk menembak di rumah dua komisaris daerah dan dua legislator negara bagian, semuanya dari Partai Demokrat. Polisi mengatakan mereka memiliki bukti bahwa Pena melepaskan beberapa tembakan.

Pena kalah dalam pemilihannya untuk DPR pada November dari seorang Demokrat petahana yang mengumpulkan lebih dari 73% suara.

Dia memposting foto dirinya di Twitter pada 15 November dengan sweater "Make America Great Again", bendera "Trump 2024", dan pesan bahwa dia, seperti mantan Presiden Donald Trump, tidak mengakui hasil pemilihannya.

Polisi mengatakan pada konferensi pers Pena telah menyangkal kekalahannya dalam pemilihan dan telah mendatangi komisaris dan anggota parlemen di rumah mereka, mengklaim terlibat kecurangan pemilihan. Polisi mengatakan lebih banyak orang akan didakwa dalam penembakan itu dan beberapa tersangka ditahan.

Pengacara Pena tidak dapat segera diidentifikasi.

The Albuquerque Journal melaporkan bahwa pada 4 Desember delapan tembakan telah ditembakkan ke rumah seorang komisaris daerah dan pada 11 Desember lebih dari 12 peluru mengenai rumah seorang komisaris lainnya. Pada 3 Januari, tiga peluru yang ditembakkan ke rumah seorang perwakilan negara menembus kamar tidur putrinya yang berusia 10 tahun, lapor surat kabar itu.

Polisi Albuquerque "pada dasarnya menemukan apa yang kami semua takuti dan apa yang kami curigai - bahwa penembakan ini memang bermotif politik," kata Walikota Albuquerque Tim Keller pada konferensi pers.

"Ini tentang seorang radikal sayap kanan, seorang penyangkal pemilu yang ditangkap hari ini dan seseorang yang melakukan hal terburuk yang dapat Anda bayangkan ketika Anda memiliki perselisihan politik, yaitu mengubahnya menjadi kekerasan," kata Keller.

Mengutip catatan negara, Journal melaporkan bahwa Pena sebelumnya telah dihukum karena 19 tindak pidana berat, termasuk perampokan, pencurian dan menghabiskan hampir tujuh tahun di penjara.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya