Mereka yang mogok diharapkan bergabung dalam demonstrasi nasional dimana para pekerja memprotes RUU anti-pemogokan pemerintah yang disahkan di majelis rendah parlemen pada Selasa.
RUU tersebut memberlakukan pembatasan aksi industrial pada sektor tertentu, karena pemerintah mengatakan mendukung hak mogok tetapi juga ingin mempertimbangkan kepentingan publik.
“Anggota oposisi yang keberatan dengan tingkat keamanan minimum, yah, mereka perlu menjelaskan kepada konstituen mereka mengapa jika kalian mengalami serangan jantung, stroke, sakit yang mengancam jiwa pada hari pemogokan maka tidak ada standar keselamatan minimum disana,” kata Menteri Strategi Bisnis, Energi dan Industri Grant Shapps.
Hal itu disampaikan Shapps saat membela undang-undang baru, yang melihat ke dalam enam sektor utama termasuk kesehatan, pendidikan, kebakaran, penyelamatan, transportasi, keamanan perbatasan dan penonaktifan nuklir.
Sekjen TUC Paul Nowak mengatakan RUU tersebut akan memperpanjang perdebatan dan meracuni hubungan industrial, mengarah pada lebih banyak aksi mogok.
Menolak bekerja pada hari aksi mogok, dapat membuat pekerja dipecat, menurut hukum baru.