JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto meminta maaf kepada pengguna jalan dan juga warga di sekitar Ragunan karena telah menyebabkan kemacetan akibat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Partai Gerindra.
Peringatan HUT ke-15 Partai gerindra itu dilangsungkan secara sederhana dan khidmat di Kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (6/2/2023).
BACA JUGA:Hary Tanoe Lantik Ketua DPW Perindo Banten: Upayakan Perolehan Suara Maksimal
“Saya ingin minta maaf kepada seluruh pengguna jalan dan warga sekitar Ragunan, karena acara ini pasti menimbulkan kemacetan,” ujarnya.
Kepedulian Prabowo akan ketertiban umum membuatnya berpesan agar ke depan hal-hal seperti ini dapat menjadi perhatian bersama.
BACA JUGA:Gempa Dahsyat M7,8 di Turki-Suriah Telan 1.600 Korban Tewas
“Mungkin, lain kali kita harus lebih peka apakah kita tunda acara kita, bukan (saat) jam puncak atau kita bikin acara ini justru di hari yang longgar, tapi kalau hari libur pun, Ragunan ini ramai. Ragunan ini adalah DPP perjuangan, yaitu kita berjuang dari sini, dari tempat inilah kita menjadi besar,” tambah Prabowo.
Adapun, pada HUT ke-15 Gerindra tersebut, Prabowo hadir dengan menggunakan setelan safari putih dengan celana krem. Prabowo mengawali taklimatnya dengan menyapa para pengurus Partai Gerindra yang hadir langsung di DPP Gerindra serta mereka yang bergabung secara virtual.
Dalam sambutannya, Prabowo menyebut semua kader Gerindra merupakan ujung tombak perjuangan partai. Dia pun mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada kader yang telah mendukungnya selama ini.
Sebagai partai nasional yang memiliki visi untuk menciptakan kedaulatan dan kesejahteraan rakyat, Prabowo berpesan agar semua kader Partai Gerindra kembali bersiap untuk berjuang dan memberikan yang terbaik bagi nusa dan bangsa.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kesetiaan saudara-saudara. Terima kasih atas kehadiranmu. Seluruh DPC saya lihat hadir di sini. Kita akan berjuang kembali dan kita akan berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara kita,” ungkap Prabowo.
(Nanda Aria)