Mengapa Gempa Dahsyat dan Mematikan Turki Dituding Sebagai Rekayasa? Ini Alasannya

Nadilla Syabriya, Jurnalis
Jum'at 10 Februari 2023 15:16 WIB
Gempa dahsyat M7,8 mengguncang Turki (Foto: Media sosial/Daily Pakistan)
Share :

TURKI - Baru-baru ini, gempa magnitudo 7,8 yang mengguncang tenggara Turki dan utara Suriah digadang-gadang sebagai rekayasa manusia.

Dalam serangkaian tweet, Wali Kota Ankara Ibrahim Melih Gokcek mengatakan bahwa gempa yang terjadi di Turki ini disebabkan oleh kekuatan asing untuk melemahkan ekonomi negara. Ini bukan pertama kalinya Turki menjadi sasaran tuduhan gempa bumi “buatan manusia”.

“Sekarang saya pikir ini mungkin gempa buatan manusia. Saya tidak mengatakan itu pasti tetapi itu adalah kemungkinan yang sangat serius,” cuit Gökçek seperti dikutip Arab News.

 BACA JUGA: Ajaib! Banyak Balita dan Anak-Anak Berhasil Diselamatkan dari Gempa Dahsyat Turki

“Saya mengatakan bahwa itu pasti harus diselidiki. Apakah ada kapal penelitian seismik yang berlayar di dekat pusat gempa? Jika demikian, negara mana yang menjadi miliknya?” sambungnya.

BACA JUGA: Demi Bertahan Hidup, Korban Selamat Gempa Turki Berjuang Melawan Cuaca Dingin dan Berebut Makanan 

Gokcek juga membagikan video YouTube yang menjelaskan Program Penelitian Auroral Aktif Frekuensi Tinggi (HAARP), mendesak orang untuk menonton dengan cermat.

"Saya bilang, harus ada investigasi soal ini. Apakah ada kapal riset seismik yang melintas di dekat episenter? Jika iya, kapal itu milik negara mana?" tuding Gokcek.

Para penganut teori garis keras berpendapat bahwa HAARP digadang-gadang sebagai penyebab dari semua bencana alam termasuk gempa Turki. Lantas apa sebenarnya HAARP hingga selalu diklaim sebagai dalang dari semua bencana?

Mengutip Daily Pakistan, High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) atau dalam bahasa Indonesia Program Penelitian Auroral Aktif Frekuensi Tinggi, merupakan sebuah proyek AS yang mempelajari atmosfer bagian atas menggunakan pemancar radio berbasis di Alaska.

Situs web HAARP mengatakan bahwa proyek tersebut mempelajari sifat dan perilaku ionosfer. Ionosfer membentang kira-kira 50 hingga 400 mil di atas permukaan bumi, tepat di tepi ruang angkasa. Bersamaan dengan atmosfer atas yang netral, ionosfer membentuk batas antara atmosfer bawah Bumi dan ruang hampa udara.

Meskipun proyek ini tidak pernah secara resmi menanggapi klaim gempa, namun mereka pernah membahas teori manipulasi cuaca.

“Klaim dalam artikel Gaia tentang kemampuan HAARP untuk menyebabkan bencana alam atau mengendalikan perilaku manusia adalah salah,” kata Robert McCoy, direktur Lembaga Geofisika di University of Alaska Fairbanks.

Ini bukan pertama kalinya HAARP disalahkan atas bencana semacam itu oleh para ahli teori konspirasi. Sebelumnya mereka diklaim karena sebabkan gempa Haiti 2010, gempa bumi dan tsunami Chili 2010, dan gempa bumi dan tsunami Jepang 2011. Longsor besar-besaran di Filipina yang menewaskan lebih dari seribu orang pada tahun 2006 juga terkait dengan HAARP.

  • Penyebab Gempa Turki

Para peneliti menyebutkan bahwa penyebab dari gempa yang terjadi di tenggara Turki dan utara Suriah bersumber dari lempengan bebatuan yang solid yang bergerak secara berlawanan sepanjang garis vertikal patahannya.

Hal ini menyebabkan tekanan hingga salah satu lempeng tergelincir dan bergerak secara horisontal. Akibatnya, gerakan tersebut melepaskan jumlah tekanan luar biasa yang menyebabkan gempa dahsyat.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya