3. Lima Penumpang Susi Air Termasuk Bayi Berhasil Dievakuasi
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono membenarkan bahwa kelima penumpang telah dievakuasi dan kembali ke rumah masing-masing, sedangkan pilot belum diamankan tetapi sudah terdeteksi keberadaannya.
"Untuk penumpang saat ini semuanya sudah bisa diamankan sudah dievakuasi. Gak ada (penyanderaan)," kata Yudo saat ditemui usai Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Polri di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (8/2/2023).
"Iya lain (pilot dan penumpang terpisah)," sambungnya.
Namun Yudo tak memerinci di mana keberadaan pilot tersebut, dan bagaimana proses deteksi yang dilakukan pihaknya. Ia hanya menegaskan jika pilot akan segera dievakuasi. "Belum, tapi sudah terdeteksi. Prioritasnya sekarang ini untuk mencari pilotnya," ucap Yudo.
4. Tim Satgas Kini Fokus pada Pencarian Kapten Philips
Komandan Korem 172/Praja Wira Yakthi Brigadir Jenderal TNI Juinta Omboh Sembiring mengatakan, hingga saat ini keberadaan pilot Susi Air Philips Max Merthens yang disandera kelompok kriminal bersenjata di Nduga, Papua, belum diketahui.
"Memang benar, keberadaan pilot berkebangsaan Selandia Baru itu hingga kini belum diketahui lokasinya,” ujarnya.
"Anggota TNI dan Polri masih melakukan pencarian terhadap yang bersangkutan dan berharap dalam kondisi selamat, " tutup Jenderal Kopassus ini.
5. Sinyal GPS Kapten Philips Hilang
Komandan Satgas Damai Cartenz Kombes Faizal Rahmadani mengatakan, hingga kini TNI-Polri masih mencari keberadaan pilot Susi Air Philips Merthens yang berkebangsaan Selandia Baru.
"Sampai saat ini belum dapat diketahui keberadaannya karena GPS-nya sudah tidak menyala sejak Selasa (7/2) sekitar pukul 10.00 WIT, " jelas Kombes Faizal dilansir Antara, Kamis (9/2/2023).
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua ini melanjutkan, lokasi ke 15 pekerja bangunan tidak bersama pilot atau penumpang pesawat Susi Air.
Dikatakannya, Ke 15 pekerja itu sudah berada di gunung dan bersembunyi setelah berhasil melarikan diri ke gunung dengan bantuan warga.