MUAROJAMBI - Tante Brigadir J atau Nopriansyah Yosua Hutabarat, Rosalin Simanjuntak tidak kuasa menangis saat berziarah ke makam keponakannya, di Sungaibahar Kabupaten Muarojambi, Jambi, Senin (13/2/2023).
Selain itu, dia juga memanjatkan doa ketenangan arwah Brigadir J dan berharap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dihukum berat yang maksimal.
BACA JUGA:Perasaan Sakit Hati Putri Diyakini Munculkan Meeting of Mind Pembunuhan Brigadir J
Dirinya terkenang Yosua masih kecil hingga pertemuan menjelang ajalnya di rumah dinas Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.
"Dari kecil almarhum ini (Brigadir J), kita yang jaga, yang membesarkannya, sampai masuk menjadi anggota polisi," ungkapnya.
Selain itu, katanya, dia (Brigadir J) semasa hidup selalu curhat terus dengannya. "
BACA JUGA:Hakim Sebut Tindakan Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J Sangat Rapih dan Sistematis
"Apapun keluhannya, sampai mau meninggal pun rohnya datang kepada kami," ujarnya.
Namun, saat itu tidak ada respon dari pihak keluarga. "Saat itu, kita tidak respon akan kehilangan nyawanya. Perasaan kita, keponakan kami masih berdinas dan baik-baik saja di tempat komandannya," tuturnya.
Dia menambahkan, saat itulah terakhir kali melihat sosok Brigadir J. "Terakhir itulah, dia melihatkan wajahnya kepada anak kami. Ternyata, dia akan meninggalkan kami untuk selama-lamanya," imbuhnya sembari berurai air matanya. Namun, saat itu tidak ada respon dari pihak keluarga. "Saat itu, kita tidak respon akan kehilangan.