JAKARTA - Berdasarkan Survei Litbang Kompas, Ketua Umum DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT) menjadi salah satu ketua umum partai politik yang paling populer di Indonesia
Merujuk Survei Litbang Kompas periode 23 Januari 2023, popularitas HT berada di posisi 5 besar (top five) dengan hasil survei 46,6% dan akseptabilitas 32,3%.
BACA JUGA:Waspada! Sepekan ke Depan 25 Wilayah di Indonesia Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem
Popularitas HT tersebut melampaui Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebesar 34,7% dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang mencapai 34,5%.
Adapun, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri masih memuncaki posisi sebagai ketua parpol paling populer di Indonesia.
BACA JUGA:Salip PAN dan PPP, Survei Polstat: Elektabilitas Partai Perindo Capai 5,1 Persen
Popularitas Megawati diikuti Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.
Menurut Survei Litbang Kompas, kekuatan sosok tokoh partai, terutama ketua umum, menjadi personifikasi dari parpol dan memberikan insentif efek elektoral bagi partai.
Selain itu, Survei Litbang Kompas yang berlangsung pada 25 Januari hingga 4 Februari 2023 juga menempatkan Partai Perindo, yang dikenal peduli rakyat kecil, konsiten memperjuangkan penciptaan lapangan kerja dan Indonesia sejahtera itu, berada di posisi 3 besar sebagai partai politik dengan konstituen yang aktif di dunia maya atau media sosial dengan capaian 42,8%.
Sementara itu, peringkat pertama diduduki PKS dengan angka berkisar 57,2%. Urutan kedua ditempati Partai Demokrat dengan poin 46,3%.
Partai Perindo, yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada Pemilu 2024 itu, dinilai publik menonjol dari sisi popularitas dan akseptabilitas, serta mampu meraih elektabilitas yang tinggi pula.
"Partai ini memiliki tingkat pengenalan 69,5% dengan akseptabilitasnya berada di angka 45,7%. Dari sisi elektabilitas, Perindo juga relatif menonjol dibandingkan partai nonparlemen lainnya dengan angkat 4,1%," demikian dikutip dari Litbang Kompas, Kamis (23/2/2023).