JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menyebut telah menghapus sekitar 1,1 juta data penduduk yang tidak layak menerima bantuan sosial (bansos). Sebab, tidak masuk lagi ke dalam kategori penduduk ekonomi lemah atau sudah pindah tempat tinggal dari Jakarta.
Hal itu disampaikan Heru setelah rapat koordinasi dengan Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh di Balai Kota, Jakarta, Rabu (22/2/2023).
BACA JUGA:Richard Eliezer Tetap Jadi Anggota Polisi, LPSK: Polri Hargai Peran JC
"Ada 1,1 juta sudah kita delete dari data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yang memang dia tidak patut mendapatkan bantuan. Kan dia punya mobil dan lainnya," kata Heru kepada awak media.
Heru menambahkan saat memadankan data dengan Dirjen Dukcapil Kemendagri ditemukan data sekitar 200 ribu yang akan dihapus dari penerima bansos karena sudah keluar dari Jakarta.
BACA JUGA:Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Diprediksi Landa Jaksel dan Jaktim
"Hari ini pemadanan itu bisa bertambah sekitar 200 ribu tapi nanti kami cek lagi memang penduduknya sudah tidak aktif di DKI," ucapnya.
Sementara itu, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan mengatakan jumlah warga yang dihapus itu sebelumnya penerima bantuan sosial di DKI yang tingkat sosial ekonominya sudah meningkat misalnya memiliki tanah, mobil, hingga saham.
Ia pun mendukung langkah Heru melakukan akurasi data dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan di Jakarta dan pelayanan publik.
"Itu nanti kami akan keluarkan dari penerima bantuan, ini namanya proses pemadanan data," ujar Zudan.
.