4 Fakta KKB Pimpinan Egianus Kogoya, Ancam Bunuh Kapten Philips hingga Negosiasi

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 28 Februari 2023 08:01 WIB
Kapten Philips bersama KKB (foto: dok istimewa)
Share :

JAKARTA - Komisi I DPR RI menyakini jika Kelompok Kriminal bersenjata (KKB) diyakini tidak akan berani membahayakan Pilot Susi Air, Kapten Philips Marks Marthens yang disandera. Pasalnya, sandera KKB Papua tersebut merupakan warna negara asing yaitu dari negara Selandia Baru.

Kelompok teroris pimpinan Egianus Kogoya itu tidak akan berani melakukan tindakan yang mengancam nyawa Philips. Berikut sejumlah faktanya:

1. KKB Egianus Kogoya Hanya Berani kepada Anak Bangsa

 

Anggota Komisi I DPR RI, Bobby Adhityo Rizal mengatakan, kelompok teroris tersebut tidak akan berani yang akan menyebabkan insiden Internasional. Mereka, hanya berani terhadap sesama anak bangsa.

 BACA JUGA:Hari ke-20 Pilot Susi Air Belum Ditemukan, Panglima TNI: KKB Bercampur dengan Masyarakat!

"Saya yakin mereka tidak akan berani melakukan hal-hal yang menyebabkan insiden internasional, berbeda dengan kekejaman terhadap sesama anak bangsa," kata Bobby.

2. DPR Minta Pemerintah Jangan Hiraukan Permintaan KKB

 

Anggota Komisi I DPR RI, Bobby Adhityo Rizal meminta kepada pemerintah tidak menghiraukan negosiasi yang menguntungkan kelompok tersebut. Salah satunya ialah permintaan barter antara pilot Susi Air dengan amunisi dan senjata api.

"Tentu tidak ada kompromi soal hal tersebut, apalagi menukar dengan senjata yang akan digunakan untuk membunuh bangsa kita. Mereka harus segera menyerahkan sandera tersebut sehat wal afiat," katanya.

 BACA JUGA:Hari ke-20 Pilot Susi Air Disandera, Strategi Jenderal Kopassus Ahli Perang Hutan Bikin KKB Terdesak

"Oleh karenanya tidak perlu ditanggapi soal minta macem-macem, segera saja lepaskan sandera dan saya minta pemerintah melakukan operasi penyelamatan Philip Merthens," tegasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya