Hadapi Amukan Pemukim Israel, Nenek Palestina Menolak Angkat Kaki dari Tanahnya

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 01 Maret 2023 18:52 WIB
Amal Awad menolak meninggalkan rumahnya di Hawara, Tepi Barat. (Foto: BBC)
Share :

Dia bergegas pulang dari pekerjaannya di Nablus setelah mendengar bahwa para pemukim sedang merencanakan pawai "balas dendam" setelah peristiwa pembunuhan dua pemukim Israel bernama Hillel dan Yagel Yaniv. Keduanya tinggal di wilayah pemukiman Har Bracha, yang berjarak 1,9 km sebelah selatan Nablus.

"Ada sekira 30 pemukim bertopeng membawa pistol yang menghancurkan rumah… Saat kami memasuki rumah, mereka melempari kami dengan batu dan mematahkan bahu saudara laki-laki saya.

"Saya meneriaki tentara untuk melindungi anak-anak dan mencegah para pemukim menakut-nakuti mereka, tetapi tentara membalas dengan menembaki saya dan meneriaki saya untuk tinggal di rumah," kata al-Domadi, yang akhirnya berhasil memastikan anak-anaknya tetap tinggal di bagian lain rumahnya.

Pemukim Israel membakar mobil, bangunan, hingga pohon. (Foto: Reuters)

"Hal terburuk yang dialami anak-anak itu adalah teror dan kepanikan. Setelah itu, mereka gemetar ketakutan dan berlindung di pangkuan saya, memohon agar saya tetap di samping mereka."

Militer Israel membela diri atas penanganan mereka dalam aksi kekerasan tersebut, tetapi seorang pejabat militer mengatakan, "Kebijaksanaan penempatan itu dapat ditentang."

Aksi-aksi kekerasan terhadap warga sipil Palestina, menurut sejumlah kelompok hak asasi manusia, terjadi karena aparat tidak pernah memproses hukum para pemukim di Tepi Barat yang diduduki, khususnya di beberapa permukiman paling ideologis di daerah sekitar Hawara dan Nablus.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya