Hadapi Amukan Pemukim Israel, Nenek Palestina Menolak Angkat Kaki dari Tanahnya

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 01 Maret 2023 18:52 WIB
Amal Awad menolak meninggalkan rumahnya di Hawara, Tepi Barat. (Foto: BBC)
Share :

Tepi Barat dibagi menjadi tiga zona berdasarkan perjanjian perdamaian Oslo 1993. Amal tinggal di zona terbesar yang dikenal sebagai 'Area C'. Area itu dikuasai Israel. Tidak ada pemerintahan Palestina di sana.

"Kami memanggil polisi dan tentara, tapi tidak ada yang datang," ujar Amal dengan nada antara putus asa dan pasrah. "Sampai sekarang, belum ada yang datang untuk memeriksa kerusakannya."

Taktik keji

Amal melihat para pemukim menjadi semakin berani setiap tahun. Serangan pertama di rumahnya terjadi pada Oktober 2021.

"Pertama kali, mereka melempari rumah kami dengan batu. Kami tidak dapat menghentikan mereka dan tidak ingin memperkeruh situasi sehingga kami tidak menanggapinya," katanya.

"Tapi setelah 20 hari, mereka kembali. Mereka menggunakan semprotan merica dan menghancurkan jendela dan pagar."

Sejumlah permukiman Yahudi di Tepi Barat tergolong ilegal menurut hukum internasional, meskipun Israel membantahnya.

Israel telah membangun sekitar 140 pemukiman yang menampung sekira 600.000 orang Yahudi sejak menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur dalam Perang Timur Tengah 1967.

Ketika permukiman-permukiman ini berkembang, ketegangan antara kedua komunitas juga meningkat.

Israel juga mengintensifkan razia di Tepi Barat selama setahun terakhir. Alasannya adalah sedang mencoba membendung serentetan serangan mematikan Palestina yang menargetkan warga Israel.

Di desa dekat rumah Amal, terdapat Fuad Hassan. Dia adalah seorang warga Palestina yang bergabung dengan Komite Publik Palestina, yaitu kelompok warga yang melakukan ronda secara sukarela.

"Kami memulai ronda tahun 2012 untuk melindungi warga sipil dan properti mereka dari serangan para pemukim," kata Fuad.

"Ketika warga melihat ada pergerakan di desa, jika mereka melihat ada aktivitas, mereka melaporkan kembali kepada kami. Kami memantau daerah itu siang dan malam."

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya