KIEV – Perang Rusia-Ukraina masih terus berkecamuk hingga saat ini. Perang ini masih terus memanas dan tidak diketahui kapan akan berakhir. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky baru-baru ini bertemu dengan sekelompok anggota House GOP di Kiev untuk meminta lebih banyak bantuan militer di tengah keengganan yang meningkat di dalam Partai Republik dalam penyediaan persenjataan.
Berikut lima fakta Zelensky minta dukungan AS
1. Ancam AS
Dikutip dari New York Post, Zelensky dilaporkan telah 'mengancam' Amerika Serikat (AS) untuk memasok lebih banyak bantuan.
Dalam kesempatan itu, Zelensky duduk bersama Ketua Komite Urusan Luar Negeri Michael McCaul dan empat anggota GOP lainnya di ibu kota Ukraina.
2. Kirim daftar senjata
Presiden menegaskan pihaknya akan mengirimkan daftar senjata yang dibutuhkan untuk membantu mengakhiri perang dengan Rusia, termasuk pesawat jet tempur F-16 dan peluru kendali ATACMS jarak jauh.
BACA JUGA: Tentara Bayaran Rusia Kepung Bakhmut dari Semua Sisi, Pasukan Ukraina Diperintahkan Mundur
McCaul mengatakan pemerintahan Biden dan Dewan Keamanan Nasional masih berselisih tentang 'seberapa cepat dan senjata apa' yang akan diberikan ke Ukraina.
3. AS tidak akan kirim jet tempur
Biden menegaskan Ukraina tidak membutuhkan pesawat jet tempur F-16 untuk saat ini. Menurut Biden, Ukraina lebih membutuhkan tank, artileri, dan pertahanan udara. Termasuk Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi lainnya.
4. Peringatkan AS
Zelensky memperingatkan AS tentang apa yang dia lihat akibat dari penarikan kembali dukungan militer sebagai tanggapan atas pertanyaan wartawan tentang semakin banyak orang AS yang percaya bahwa negaranya memberikan terlalu banyak bantuan militer.
Beberapa komentator konservatif menggunakan media sosial untuk mengecam Zelensky atas peringatannya yang mereka sebut sebagai 'ancaman' untuk mendapatkan lebih banyak bantuan.
5. Kurangi bantuan ke Ukraina
Salah satu anggota Partai Republik yang menyerukan untuk mengurangi aliran bantuan ke Ukraina adalah Rep. Marjorie Taylor Greene dari Georgia. Dia menyebutkan perjalanan Biden ke Kiev baru-baru ini adalah sebuah 'penghinaan' dan membuktikan bahwa Biden memilih Ukraina daripada AS.
Namun, Pemimpin Minoritas Senat Mitch McConnel memberikan seruan berapi-api untuk AS dan Sekutu Baru untuk memperbarui dukungan untuk Ukraina.
(Susi Susanti)