Jadi Kekuatan Eurasia Terbesar, Rusia Janji Perkuat Hubungan dengan Negara Muslim

Susi Susanti, Jurnalis
Rabu 08 Maret 2023 14:29 WIB
Menlu Rusia Sergey Lavrov (Foto: TASS)
Share :

RUSIA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada Senin (6/3/2023) bahwa penguatan lebih lanjut hubungan dengan negara-negara Islam merupakan salah satu bidang prioritas kebijakan luar negeri Rusia.

"Rusia, kekuatan Eurasia terbesar, negara, peradaban, mempertahankan hubungan yang baik, adil, dan saling menghormati dengan semua negara di dunia Islam. Perkembangan lebih lanjut mereka adalah salah satu prioritas berkelanjutan dari kebijakan luar negeri Rusia,” terangnya saat berbicara pada pertemuan Kelompok Visi Strategis Dunia Islam-Rusia.

Lavrov juga menekankan bahwa Rusia dan sekutu Muslimnya mengadvokasi tatanan dunia yang lebih adil dan lebih demokratis yang didasarkan pada prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, Lavrov menolak pemaksaan agresif nilai-nilai ultraliberal oleh kolektif Barat.

Menurut Lavrov, Rusia dan negara-negara Muslim lainnya mendukung terciptanya dunia multipolar yang lebih adil dan demokratis sesuai prinsip piagam PBB.

“Para pihak juga berbagi ketidaksetujuan mereka terhadap nilai-nilai ultra-liberal yang dipaksakan secara agresif oleh kolektif Barat," tambah menteri Rusia itu.

Menurut TASS, dalam pidatonya, sang diplomat menekankan bahwa Rusia adalah kekuatan Eurasia terbesar yang menjaga hubungan baik, jujur, dan saling menghormati dengan negara-negara dunia Islam.

“Penguatan lebih lanjut mereka adalah salah satu prioritas konstan kebijakan luar negeri dalam negeri,” terangnya.

Dalam pidatonya itu, Lavrov mengumumkan jadwal konferensi ‘Rusia - Dunia Islam: Kazanforum’ pada akhir Mei mendatang, yang akan berfungsi sebagai forum internasional untuk kerjasama ekonomi.

Menteri berharap para duta besar OKI akan memberi tahu para pemimpin mereka tentang acara yang akan datang untuk mengoptimalkan hasil konferensi.

Sebelumnya, dalam layanan pers Kremlin, Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan percakapan telepon dengan Presiden Iran Ebrahim Raeisi. Dalam komunikasi itu, kedua belah pihak menilai secara positif tingkat perkembangan dan dinamika hubungan Rusia-Iran.

Se;ain itu, Rusia dan Bahrain sedang mempertimbangkan untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan membangun pusat biji-bijian dan gas di negara Teluk tersebut, selain pabrik pembuatan vaksin Rusia.

Kementerian Perindustrian Rusia telah membahas pembuatan pusat biji-bijian di Bahrain beberapa tahun yang lalu, namun proposal tersebut tidak pernah dilaksanakan.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya