Pada 1965 dunia politik dan ekonomi Indonesia mengalami kekacauan. Dalam buku yang berjudul Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 (2007), MC Ricklefs menulis Demokrasi Terpimpin Soekarno mulai runtuh pada Oktober 1965.
Dalam tulisan tersebut, kekacauan politik Indonesia didasari oleh peristiwa G30S oleh PKI. Sementara ekonomi tinggi lantaran inflasi.
Setahun tak ada perubahan, justru inflasi mencapai 600 persen lebih. Rakyat pun mendesak tiga hal yang dikenal dengan Tritura.
Isi dari Tritura antara lain:
-Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI)
Pembersihan Kabinet Dwikora dari unsur-unsur yang terlibat G30S
-Penurunan harga
Puncak dari kekacauan ini tepat pada 11 Maret 1966, para mahasiswa melakukan demonstrasi besar-besaran di Istana Negara. Untuk mengatasi itu, Soeharto melalui 3 jenderal lainnya meminta Soekarno untuk memberikan surat perintah dalam mengatasi konflik apabila diberi kepercayaan.
Ketiga jenderal itu yakni Brigjen Amir Machmud selaku Panglima Kodam Jaya, Brigjen M Yusuf selaku Menteri Perindustrian Dasar, dan Mayjen Basuki Rachmat selaku Menteri Veteran dan Demobilisasi.
Permintaan Soeharto yang dianggap biasa oleh Soekarno itu dinilai berbeda bagi sang menteri. Setelah menandatangani surat perintah itu, dalam praktiknya, Supersemar diartikan Soeharto untuk mengambil alih kekuasaan dari Soekarno.
Itulah yang menjadi awal lahirnya orde baru yang digagas oleh Soeharto.
(RIN)
(Rani Hardjanti)