Perundingan ini tidak kunjung selesai karena buntunya pembicaraan mengenai tiga pokok pembicaraan mengenai jabatan patih, dewan penasehat, dan prajurit kraton. Ada beberapa hal dalam kontrak tersebut yang membuat Dorodjatun bimbang dan ragu untuk mengambil keputusan.
Selama 28 tahun Dorodjatun hidup, dia belum pernah merasakan beban dan tekanan batin yang begitu berat. Dorodjatun merasa resah karena dia sadar bila dia mengambil keputusan yang salah, maka kedudukan Belanda di Indonesia semakin kuat.
(Erha Aprili Ramadhoni)