Sarwo tidak mengurus jatah lahan hutannya itu karena ketidaktahuannya akan bisnis. Hanya jiwa kemiliterannya saja yang terikat kuat pada dirinya.
"Sarwo tak tertarik berbisnis. Jiwa dia militer, bukan pengusaha," kata rekan militer Sarwo, Mayjend (purn.) Sukotjo Tjokroatmodjo.
(Awaludin)