Sarwo yang pada saat itu namanya melambung, popularitasnya meroket, dan menjadi idola para mahasiswa berkat keberhasilannya menumpas PKI harusnya menjadi berkah baginya, tetapi hal itu menjadi sebuah ironi karena setelah itu kariernya meredup.
Berkat prestasi yang dihasilkannya, Sarwo malah terlempar dari orbit elite Jakarta. Hal tersebut dilakukan rezim saat itu sebagai upaya menghindari adanya matahari kembar dan mencegah Sarwo melangkah lebih jauh dalam ranah politik.
Sarwo disingkirkan Soeharto dengan hanya dijadikan seorang Pangdam di Medan dan Papua. Jabatan terakhirnya dalam dunia milter pun cuma Gubernur Akademi Militer di Magelang sebelum menjadi Kepala BP7 (Badan Pembinaan, Pendidikan dan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) menjelang akhir hayatnya.
(Khafid Mardiyansyah)