Lebih lanjut, Dwikorita pun mengharapkan tidak terjadi seruak udara dingin dari dataran tinggi Tibet yang terjadi pada Desember tahun 2022 lalu sehingga mempengaruhi cuaca di Indonesia.
“Semoga saja tidak akan terjadi gangguan iklim, misalnya atau cuaca yang pernah terjadi di saat Desember yang lalu, adanya seruak udara dingin dari dataran tinggi Tibet yang masuk ke wilayah Indonesia Barat sehingga mempengaruhi kecepatan angin dan arus di perairan tersebut, itu dapat terdeteksi sehingga peringatan dini dapat diberikan,” pungkasnya.
(Qur'anul Hidayat)