5 Fakta BNPB Tangani Bencana Alam, dari Longsor hingga Ganti Sawah yang Gagal Panen

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 15 April 2023 05:02 WIB
Kepala BNPB, Suharyanto (foto: dok BNPB)
Share :

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian bencana alam yang terjadi hingga 12 April 2023 mencapai 835 kejadian, bencana didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah.

Bencana sebanyak 835 kejadian itu didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem, berikut sejumlah faktanya:

1. BNPB Pastikan Siaga Potensi Bencana Hidrometeorologi

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto memastikan siaga menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem saat Idul Fitri 1444 H atau Lebaran 2023.

Suharyanto pun mengatakan, pihaknya juga mengantisipasi bahaya hidrometeorologi kering, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

2. BNPB Siapkan 46 Helikopter

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan 46 helikopter untuk penanganan karhutla pada 6 provinsi prioritas, yaitu Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

“Teknologi modifikasi cuaca (TMC) pun disiapkan untuk upaya pencegahan karhutla,” kata Suharyanto dalam keterangan resminya, Rabu (12/4/2023).

3. Mudik 2023, BNPB Bekerja sama dengan Kementerian

 

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengatakan, menghadapi fenomena mudik jelang lebaran, BNPB juga bekerja sama dengan kementerian atau lembaga terkait, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI dan Polri untuk pemantauan lapangan pada titik-titik yang akan menjadi penumpukan pemudik.

“Kemudian bekerja sama dengan BPBD, kementerian, lembaga, Pemda, untuk memantau penyelengaraan mudik pada titik-titik yang akan menjadi penumpukan pemudik,” imbuh Suharyanto.

“BNPB berharap dengan langkah-langkah tersebut, para pemudik bisa bertemu dengan keluarga di kampung halaman dengan aman dan nyaman,” tandasnya.

 

4. Kasus Covid-19 dan PMK Masih Terkendali

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto menjelaskan bahwa BNPB masih dipercaya sebagai koordinator penanganan Covid-19 dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Terkait penanganan Covid dan PMK, meskipun situasi relatif terkendali, Satgas Covid dan PMK masih ada dan digabung menjadi satu dengan masa tugas hingga akhir Juni 2023,” ujar Suharyanto yang juga sebagai Ketua Satgas Covid-19 dan PMK.

5. BNPB Diminta Jokowi Ganti Sawah Warga yang Gagal Panen

 

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengatakan, BNPB juga diminta secara langsung oleh Presiden Joko Widodo untuk melakukan penggantian bagi sawah masyarakat yang gagal panen akibat bencana banjir pada triwulan pertama 2023.

“BNPB mendapat tugas dari bapak Presiden, untuk mengganti sawah petani yang gagal panen akibat sawahnya terendam banjir. Penggantian yang dimaksud adalah biaya produksi, sehingga diharapkan petani dapat memulai lagi produksi di musim berikutnya,” tuturnya.

Suharyanto menegaskan, yang mendapat penggantian biaya produksi hanya sawah yang gagal panen akibat bencana banjir. “Yang diganti ialah yang terendam banjir, bukan puso karena hama atau lainnya,” tegasnya.

Bahkan, kini BNPB sedang menyusun perencanaan, melakukan sosialisasi dan pendataan petani yang sawahnya rusak akibat terendam banjir ke masing-masing provinsi terdampak.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya