Yudo menjelaskan, evakuasi jenazah Pratu Miftahul baru dilakukan setelah mengevakuasi lima prajurit yang mengalami luka tembak. Sebab, pihaknya harus memastikan lokasi terjatuhnya Pratu Miftahul Arifin aman dari Kelompok Separatis Terorisme (KST).
"Dan juga kita menjaga supaya tempatnya yang akan evakuasi ini aman dari serangan KST karena di situ masih memang tempatnya, atau lokasinya mereka bertahan di situ," katanya.
"Mudah-mudahan ini bisa kita laksanakan bersama untuk pengamanan sehingga mereka bisa evakuasi," pungkasnya.
(Arief Setyadi )